<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Bahagia &amp; Kecewa</title>
	<atom:link href="http://pramudyaputrautama.wordpress.com/2008/04/16/bahagia-kecewa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pramudyaputrautama.wordpress.com/2008/04/16/bahagia-kecewa/</link>
	<description>"Swift as the Wind, Silent as a Forest, Fierce as Fire and Immovable as a Mountain."</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 06:46:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: reno</title>
		<link>http://pramudyaputrautama.wordpress.com/2008/04/16/bahagia-kecewa/#comment-704</link>
		<dc:creator>reno</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 10:22:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pramudyaputrautama.wordpress.com/?p=160#comment-704</guid>
		<description>thanks for sharing about it...it&#039;s valuable..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks for sharing about it&#8230;it&#8217;s valuable..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pagi.dunia</title>
		<link>http://pramudyaputrautama.wordpress.com/2008/04/16/bahagia-kecewa/#comment-270</link>
		<dc:creator>pagi.dunia</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 19:49:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pramudyaputrautama.wordpress.com/?p=160#comment-270</guid>
		<description>kekecewaan ada agar kita benar-benar dapat merasakan kebahagiaan. seandainya dalam hidup kita hanya ada kebahagiaan, tentu tidak akan ada yang spesial dalam hidup, karena kita selalu mengalami rasa yang sama...
berbeda jika kita pernah mengalami kekecewaan, tentu kebahagiaan merupakan hal yang yang dinanti dan benar-benar secara sadar dapat kita nikmati...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kekecewaan ada agar kita benar-benar dapat merasakan kebahagiaan. seandainya dalam hidup kita hanya ada kebahagiaan, tentu tidak akan ada yang spesial dalam hidup, karena kita selalu mengalami rasa yang sama&#8230;<br />
berbeda jika kita pernah mengalami kekecewaan, tentu kebahagiaan merupakan hal yang yang dinanti dan benar-benar secara sadar dapat kita nikmati&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jmzach</title>
		<link>http://pramudyaputrautama.wordpress.com/2008/04/16/bahagia-kecewa/#comment-268</link>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 18:59:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pramudyaputrautama.wordpress.com/?p=160#comment-268</guid>
		<description>Wah setuju sekali ... saya sendiri  tidak  terlalu berekspetasi  apakah  orang lain  harus  begini atau  begitu kepada  saya. Bagi saya yang terpenting  untuk belajar  respek (menghormati) apapun keputusannya itu meski itu tidak mudah!.Hal itu  akan membantu saya  belajar untuk melihat  dari sisi orang lain ttg keputusannya bertindak begini atau  begitu kepada  saya yang pada akhirnya membantu   saya bisa  ber-introspeksi  diri. 
Singkatnya &quot;Lakukankah  apa  yang  baik kepada  orang  lain, jangan terlalu berharap/menuntut dari orang lain,  dan seterusnya  biarlah Tuhan  yang akan  menyempurnakannya sendiri untuk kita&quot; :)
Ini baru  bagian  pembelajaran, saya  sendiri  msh tahap belajar  untuk  ini  ...  kadang  masih banyak bolong2xnya  ha2x</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah setuju sekali &#8230; saya sendiri  tidak  terlalu berekspetasi  apakah  orang lain  harus  begini atau  begitu kepada  saya. Bagi saya yang terpenting  untuk belajar  respek (menghormati) apapun keputusannya itu meski itu tidak mudah!.Hal itu  akan membantu saya  belajar untuk melihat  dari sisi orang lain ttg keputusannya bertindak begini atau  begitu kepada  saya yang pada akhirnya membantu   saya bisa  ber-introspeksi  diri.<br />
Singkatnya &#8220;Lakukankah  apa  yang  baik kepada  orang  lain, jangan terlalu berharap/menuntut dari orang lain,  dan seterusnya  biarlah Tuhan  yang akan  menyempurnakannya sendiri untuk kita&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Ini baru  bagian  pembelajaran, saya  sendiri  msh tahap belajar  untuk  ini  &#8230;  kadang  masih banyak bolong2xnya  ha2x</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tu2t</title>
		<link>http://pramudyaputrautama.wordpress.com/2008/04/16/bahagia-kecewa/#comment-260</link>
		<dc:creator>tu2t</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 09:25:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pramudyaputrautama.wordpress.com/?p=160#comment-260</guid>
		<description>bahagia dan kecewa?? hmm.. pendapat tu2t sih.. bahagia ituh sebuah perasaan senang, lega, terharu atas sebuah hal yang pastinya baik.. entah itu diinginkan atau tidak.. kalau kecewa, ya sebaliknya :P biasanya kecewa ituh timbul ketika harapan seseorang tidak sesuai dengan kenyataannya.. lagipula.. bahagia dan kecewa itu hanya dipisahkan oleh sebuah batas yang sangat amat tipis...

tak jauh beda dengan benci dan cinta :3

dan untuk mencapai kebahagiaan, yang pasti jalani hidup ini dengan ikhlas dan tawakkal.. klise banget yah :P tapi Insya Allah semua akan baik-baik saja :D

yah... tu2t tak bisa berfilosofi ato berkata2 yang tinggi lah.. ituh bahagia dan kecewa menurut saiyah :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bahagia dan kecewa?? hmm.. pendapat tu2t sih.. bahagia ituh sebuah perasaan senang, lega, terharu atas sebuah hal yang pastinya baik.. entah itu diinginkan atau tidak.. kalau kecewa, ya sebaliknya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  biasanya kecewa ituh timbul ketika harapan seseorang tidak sesuai dengan kenyataannya.. lagipula.. bahagia dan kecewa itu hanya dipisahkan oleh sebuah batas yang sangat amat tipis&#8230;</p>
<p>tak jauh beda dengan benci dan cinta :3</p>
<p>dan untuk mencapai kebahagiaan, yang pasti jalani hidup ini dengan ikhlas dan tawakkal.. klise banget yah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  tapi Insya Allah semua akan baik-baik saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>yah&#8230; tu2t tak bisa berfilosofi ato berkata2 yang tinggi lah.. ituh bahagia dan kecewa menurut saiyah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kayumi</title>
		<link>http://pramudyaputrautama.wordpress.com/2008/04/16/bahagia-kecewa/#comment-258</link>
		<dc:creator>kayumi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 08:59:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pramudyaputrautama.wordpress.com/?p=160#comment-258</guid>
		<description>Umm.... Bahagia???
Kecewa???

Gak jauh beda sich sebenernya......
Kadang disaat bersamaan pun dia bisa datang tanpa pernah kita duga atau kita minta
Dan menurutku kalimat &quot;sikap untuk tidak berharap banyak pada apapun dan pada siapapun&quot; bener banget untuk menciptakan rasa bahagia dan menghindarkan kita dari rasa kecewa itu sendiri, karena........(seperti yang selalu seseorang bilang padaku) jika kita berharap terlalu tinggi dan saat harapan itu tidak tercapai maka kita akan merasa sakit sekali (baca: kecewa)

Perasaan apapun yang ada didiri kita hanya kita yang bisa membentuknya, bisa aja diantara kebahagiaan orang-orang disekitar kita, kita malah merasa sangat kecewa. 

Tapi yang pasti disaat kita bisa tersenyum dan membuat orang disekeliling kitapun ikut tersenyum karenanya, itulah kebahagiaan sejati yang ada.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Umm&#8230;. Bahagia???<br />
Kecewa???</p>
<p>Gak jauh beda sich sebenernya&#8230;&#8230;<br />
Kadang disaat bersamaan pun dia bisa datang tanpa pernah kita duga atau kita minta<br />
Dan menurutku kalimat &#8220;sikap untuk tidak berharap banyak pada apapun dan pada siapapun&#8221; bener banget untuk menciptakan rasa bahagia dan menghindarkan kita dari rasa kecewa itu sendiri, karena&#8230;&#8230;..(seperti yang selalu seseorang bilang padaku) jika kita berharap terlalu tinggi dan saat harapan itu tidak tercapai maka kita akan merasa sakit sekali (baca: kecewa)</p>
<p>Perasaan apapun yang ada didiri kita hanya kita yang bisa membentuknya, bisa aja diantara kebahagiaan orang-orang disekitar kita, kita malah merasa sangat kecewa. </p>
<p>Tapi yang pasti disaat kita bisa tersenyum dan membuat orang disekeliling kitapun ikut tersenyum karenanya, itulah kebahagiaan sejati yang ada.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: krisna pabichara</title>
		<link>http://pramudyaputrautama.wordpress.com/2008/04/16/bahagia-kecewa/#comment-256</link>
		<dc:creator>krisna pabichara</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 07:35:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pramudyaputrautama.wordpress.com/?p=160#comment-256</guid>
		<description>Mungkin, ini adalah pertanyaan yang klise. Yang jelas, ini bukan sekadar basa-basi. Dalam beberapa kelas reguler SMARTCamp, saya sering melontarkan pertanyaan ini kepada peserta: sudahkah Anda bahagia? Dan, uniknya, banyak yang gelapan dan nyaris tak bisa menjawabnya.

Kenapa? Karena kita belum ─boleh jadi tidak─ memiliki gambaran yang jelas tentang apa, kapan dan bagaimana sebenarnya wujud bahagia itu. Atau, kita belum memiliki alat ukur yang jelas untuk menentukan ambang batas menderita dan bahagia

Bagi sebagian orang, bahagia berarti mendapatkan apa yang diinginkannya. Ada juga yang berasumsi bahwa bahagia adalah ketika kita mencapai target yang telah dicanangkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin, ini adalah pertanyaan yang klise. Yang jelas, ini bukan sekadar basa-basi. Dalam beberapa kelas reguler SMARTCamp, saya sering melontarkan pertanyaan ini kepada peserta: sudahkah Anda bahagia? Dan, uniknya, banyak yang gelapan dan nyaris tak bisa menjawabnya.</p>
<p>Kenapa? Karena kita belum ─boleh jadi tidak─ memiliki gambaran yang jelas tentang apa, kapan dan bagaimana sebenarnya wujud bahagia itu. Atau, kita belum memiliki alat ukur yang jelas untuk menentukan ambang batas menderita dan bahagia</p>
<p>Bagi sebagian orang, bahagia berarti mendapatkan apa yang diinginkannya. Ada juga yang berasumsi bahwa bahagia adalah ketika kita mencapai target yang telah dicanangkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deteksi</title>
		<link>http://pramudyaputrautama.wordpress.com/2008/04/16/bahagia-kecewa/#comment-254</link>
		<dc:creator>deteksi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 03:29:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pramudyaputrautama.wordpress.com/?p=160#comment-254</guid>
		<description>bahagia dan kecewa itu pasti ada di mana-mana.. satu paket! dan proses untuk mendapatkan kebahagiaan itu harus dilalui, bukan dihindari..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bahagia dan kecewa itu pasti ada di mana-mana.. satu paket! dan proses untuk mendapatkan kebahagiaan itu harus dilalui, bukan dihindari..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
