Ki Sanak : “Ki, Kalo saya perhatikan, di terjemahan Al Quran, Kenapa sih Al Quran sering menggunakan kata ‘KAMI’ untuk ALLAH SWT?”

Ki Rangan : “Loh emang kenapa ?”

Ki Sanak : “Bukankah ‘KAMI’ itu bermakna BANYAK atau JAMAK? Apakah itu artinya Al Quran mengakui Tuhan itu lebih dari satu?”

Ki Rangan : “Penggunaan kata ‘KAMI’ di dalam Al-Quran itu digunakan bahwa Allah SWT tidak bertindak atau bekerja sendiri, tetapi melainkan bersama atau menyuruh utusan-utusanNya yaitu para Malaikat, para Nabi dan Rasul, dan makhluk hidup lainnya yang Allah SWT Ciptakan sendiri.”

Ki Sanak :  “Contohnya,Ki?”

Ki Rangan : “Contohnya, coba kamu buka Al-Quran kamu Surat Al-Hijr ayat 66.”

Ki Sanak : “Ya, sudah saya buka,Ki.”

Ki Rangan : “Coba dibacakan terjemahannya!”

Ki Sanak : “Dan telah KAMI wahyukan kepadanya perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.”

Ki Rangan : “KAMI wahyukan …” disini berarti ada peran makhluk lain yaitu Malaikat Jibril sebagai pembawa atas perintah Allah SWT yang kemudian disampaikan kepada para Nabi dan Rasul kemudian disampaikan kepada umatnya … Contoh lain coba bacakan terjemah Surat Al-Ankabut ayat 7.”

Ki Sanak : “Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, benar-benar akan KAMI hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”

Ki Rangan : “Di sini kalimat “KAMI hapuskan” berarti Allah SWT menyuruh malaikat pencatat amalan buruk/dosa (Atid) untuk menghapuskan dosa-dosanya itu. Dan kalimat “KAMI beri balasan” berarti Allah menyuruh malaikat pencatat amal baik (Raqib) untuk mencatat kebaikan mereka dan menyuruh para malaikat lainya untuk menyiapkan tempat di syurga atas apa yang mereka kerjakan.”

Ki Sanak Manggut-manggut

Ki Rangan : “Contoh lain Surat Al-Israa ayat 70 “…dan telah KAMI beri mereka rezeki dari yang baik-baik …” artinya yang berperan disini Allah menyuruh malaikat pemberi rizqi (Mikail) kemudian diberikan kepada manusia melalui perantara tumbuhan, hewan-hewan, ataupun melalui manusia juga.”

Ki Sanak Manggut-manggut mengerti

Ki Rangan : “Bohong dan tidak adil dong kalo seorang pemimpin mengatakan “akulah yg melakukan itu” sedangkan yang melakukannya bukan dia seorang. Begitu juga dengan Allah, Allah Maha Adil dan semua perkataan-Nya adalah benar, maka dari itu Dia (Allah) menggunakan kata “KAMI” di Wahyu-Nya. Hal ini juga menjadi penghargaan dan penghormatan penting bagi para malaikat karena ketaatan dan pengabdiannya kepada Allah tidak diabaikan begitu saja, dengan adanya kata “KAMI” tersebut para malaikat menganggap dirinya diakui oleh Allah SWT.”

Ki Sanak : “Jadi kata ‘KAMI’ tidak harus bermakna arti banyak, Ya,Ki ? Tetapi menunjukkan keagungan Allah SWT.

Ki Rangan : “Betul, Dalam bahasa Indonesia, kita juga ada penggunaan kata “Kami” tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang berpidato sambutan berkata,”Kami merasa berterimakasih sekali …“ Padahal orang yang berpidato cuma sendiri, ngga ramai-ramai, tapi dia bilang “Kami”. Apakah kalimat itu bermakna, orang yang berpidato ada banyak atau cuma satu ?”

Ki Sanak : “Ya, yang pidato cuma satu orang,Ki.”

Ki Rangan : “Kata ‘KAMI’ dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak bisa diserap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa. Atau mungkin juga karena di negara-negara barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.”

Ki Sanak manggut-manggut

Ki Rangan : “Al Quran, diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa paling sukar di dunia. Hal ini disebabkan karena dalam satu kata, bahasa arab memiliki banyak makna.”

Ki Sanak : “Contohnya,Ki !”

Ki Rangan : “Contohnya sebuah gender, dalam suatu daerah bisa saja bermakna lelaki, tapi dalam daerah lain bisa juga bermakna perempuan. Dalam bahasa Arab, dhamir ‘NAHNU’ ialah dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu ‘NAHWU’, maknanya tak cuma kami, tapi aku, saya dan lainnya. Dalam ilmu bahasa arab, penggunaan banyak istilah dan kata itu tidak selalu bermakna zahir dan apa adanya. Sedangkan Al-Quran adalah kitab yang penuh dengan muatan nilai sastra tingkat tinggi.”

Ki Sanak : “Ohya,Ki di terjemah Al-Quran selain kata ‘KAMI’ juga ada penggunaan kata ‘AKU’ ‘ALLAH’ dan ‘DIA’. Kapan ya,Ki kata-kata itu digunakan ?”

Ki Rangan : “Kata ‘AKU’ ‘ALLAH’ dan ‘DIA’ digunakan untuk perintah langsung kepada ALLAH SWT, tanpa perantara-perantara, seperti memohon ampun atau bertobat kepada-Nya, mengungkapkan bahwa Dialah Tuhan satu-satunya, agar menyembah kepada-Nya semata seperti dalam surat Al-Iklash.

Ki Sanak : “Ok,matur nuwun,Ki. Saya sudah mengerti.”

Ki Rangan : “Alhamdulilah”

Wallahu ‘Alam Bishowab