Petasan & Terompet Tahun Baru

Ki Rangan : “Kenapa sih, setiap malam tahun baru selalu diramaikan dengan PETASAN dan TEROMPET ?”

Ki Sanak : “Ya biar seru lah,Ki”

Ki Rangan : “Biar seru sih ngga apa-apa. Saya ngga bisa ngelarang. Tapi jangan sampai menganggu orang lain. Tolong suara PETASAN dan TEROMPET-nya di-setting jadi VIBRATE atau SILENT …!!! .”

Ki Sanak : ???

Advertisements

Rupiah, Oh Rupiah

Suatu hari Ki Rangan dan Ki Sanak mengobrolkan masalah rupiah.

Ki Sanak : “Wah, Ki. Nilai rupiah kok turun ya? Bisa krisis moneter lagi nih,Ki ?”

Ki Rangan : “Kamu kalo ngomong mbok ya jangan nakut-nakutin gitu toh,Ki.”

KI Sanak : “Lha terus harus bagaimana? Sekarang ini,Ki sudah 12 ribu rupiah per dollar”

Ki Rangan : “Ya bahasamu itu yang mesti diganti. Agar ada efek psikologis yang positif. Dan afirmatif begitu loh.”

Ki Sanak : “Diganti gimana toh?”

Ki Rangan: “Diganti RUPIAH MULAI MENGUAT !”

Ki Sanak : “Menguat bagaimana?”

Ki Rangan : “MENGUATIRKAN !”

Ki Sanak : “Nggapleki awakmu,Ki!”

Penggunaan kata ‘KAMI’, ‘DIA’, ‘AKU’ dan ‘ALLAH’ dalam Al-Qur’an

Ki Sanak : “Ki, Kalo saya perhatikan, di terjemahan Al Quran, Kenapa sih Al Quran sering menggunakan kata ‘KAMI’ untuk ALLAH SWT?”

Ki Rangan : “Loh emang kenapa ?”

Ki Sanak : “Bukankah ‘KAMI’ itu bermakna BANYAK atau JAMAK? Apakah itu artinya Al Quran mengakui Tuhan itu lebih dari satu?”

Ki Rangan : “Penggunaan kata ‘KAMI’ di dalam Al-Quran itu digunakan bahwa Allah SWT tidak bertindak atau bekerja sendiri, tetapi melainkan bersama atau menyuruh utusan-utusanNya yaitu para Malaikat, para Nabi dan Rasul, dan makhluk hidup lainnya yang Allah SWT Ciptakan sendiri.”

Ki Sanak :  “Contohnya,Ki?”

Ki Rangan : “Contohnya, coba kamu buka Al-Quran kamu Surat Al-Hijr ayat 66.”

Ki Sanak : “Ya, sudah saya buka,Ki.”

Ki Rangan : “Coba dibacakan terjemahannya!”

Ki Sanak : “Dan telah KAMI wahyukan kepadanya perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.”

Ki Rangan : “KAMI wahyukan …” disini berarti ada peran makhluk lain yaitu Malaikat Jibril sebagai pembawa atas perintah Allah SWT yang kemudian disampaikan kepada para Nabi dan Rasul kemudian disampaikan kepada umatnya … Contoh lain coba bacakan terjemah Surat Al-Ankabut ayat 7.”

Ki Sanak : “Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, benar-benar akan KAMI hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”

Ki Rangan : “Di sini kalimat “KAMI hapuskan” berarti Allah SWT menyuruh malaikat pencatat amalan buruk/dosa (Atid) untuk menghapuskan dosa-dosanya itu. Dan kalimat “KAMI beri balasan” berarti Allah menyuruh malaikat pencatat amal baik (Raqib) untuk mencatat kebaikan mereka dan menyuruh para malaikat lainya untuk menyiapkan tempat di syurga atas apa yang mereka kerjakan.”

Ki Sanak Manggut-manggut

Ki Rangan : “Contoh lain Surat Al-Israa ayat 70 “…dan telah KAMI beri mereka rezeki dari yang baik-baik …” artinya yang berperan disini Allah menyuruh malaikat pemberi rizqi (Mikail) kemudian diberikan kepada manusia melalui perantara tumbuhan, hewan-hewan, ataupun melalui manusia juga.”

Ki Sanak Manggut-manggut mengerti

Ki Rangan : “Bohong dan tidak adil dong kalo seorang pemimpin mengatakan “akulah yg melakukan itu” sedangkan yang melakukannya bukan dia seorang. Begitu juga dengan Allah, Allah Maha Adil dan semua perkataan-Nya adalah benar, maka dari itu Dia (Allah) menggunakan kata “KAMI” di Wahyu-Nya. Hal ini juga menjadi penghargaan dan penghormatan penting bagi para malaikat karena ketaatan dan pengabdiannya kepada Allah tidak diabaikan begitu saja, dengan adanya kata “KAMI” tersebut para malaikat menganggap dirinya diakui oleh Allah SWT.”

Ki Sanak : “Jadi kata ‘KAMI’ tidak harus bermakna arti banyak, Ya,Ki ? Tetapi menunjukkan keagungan Allah SWT.

Ki Rangan : “Betul, Dalam bahasa Indonesia, kita juga ada penggunaan kata “Kami” tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang berpidato sambutan berkata,”Kami merasa berterimakasih sekali …“ Padahal orang yang berpidato cuma sendiri, ngga ramai-ramai, tapi dia bilang “Kami”. Apakah kalimat itu bermakna, orang yang berpidato ada banyak atau cuma satu ?”

Ki Sanak : “Ya, yang pidato cuma satu orang,Ki.”

Ki Rangan : “Kata ‘KAMI’ dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak bisa diserap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa. Atau mungkin juga karena di negara-negara barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.”

Ki Sanak manggut-manggut

Ki Rangan : “Al Quran, diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa paling sukar di dunia. Hal ini disebabkan karena dalam satu kata, bahasa arab memiliki banyak makna.”

Ki Sanak : “Contohnya,Ki !”

Ki Rangan : “Contohnya sebuah gender, dalam suatu daerah bisa saja bermakna lelaki, tapi dalam daerah lain bisa juga bermakna perempuan. Dalam bahasa Arab, dhamir ‘NAHNU’ ialah dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu ‘NAHWU’, maknanya tak cuma kami, tapi aku, saya dan lainnya. Dalam ilmu bahasa arab, penggunaan banyak istilah dan kata itu tidak selalu bermakna zahir dan apa adanya. Sedangkan Al-Quran adalah kitab yang penuh dengan muatan nilai sastra tingkat tinggi.”

Ki Sanak : “Ohya,Ki di terjemah Al-Quran selain kata ‘KAMI’ juga ada penggunaan kata ‘AKU’ ‘ALLAH’ dan ‘DIA’. Kapan ya,Ki kata-kata itu digunakan ?”

Ki Rangan : “Kata ‘AKU’ ‘ALLAH’ dan ‘DIA’ digunakan untuk perintah langsung kepada ALLAH SWT, tanpa perantara-perantara, seperti memohon ampun atau bertobat kepada-Nya, mengungkapkan bahwa Dialah Tuhan satu-satunya, agar menyembah kepada-Nya semata seperti dalam surat Al-Iklash.

Ki Sanak : “Ok,matur nuwun,Ki. Saya sudah mengerti.”

Ki Rangan : “Alhamdulilah”

Wallahu ‘Alam Bishowab

Tanggal 26 Desember 2013, Cuti Bersama ?

Ki Rangan : “Ki Sanak, besok tanggal 26 Desember itu cuti bersama ya?”

Ki Sanak : “Ya,Kalo info dari email edaran Corporate Communication sih besok cuti bersama,Ki. Emang kenapa,Ki?”

Ki Rangan : “Ngga kenapa2, baru tahu aja. Btw kamu besok masuk kantor,Ngga? ”

Ki Sanak : “Masuk,Ki kebetulan ada kerjaan dikantor, lagian cuti bersama juga ngurangin jatah cuti, sayang juga.”

Ki Rangan : “Ya wes, kalo gitu aku besok ijin ngga masuk ke kantor, khan sudah ada kamu yang masuk ke kantor.”

Ki Sanak : “???” *perasaan iki perusahaane mbahmu opo ?*

Toleransi dalam Islam

Ki Sanak : “Ki,besok teman2 saya umat kristiani merayakan Hari Natal.”

Ki Rangan : “Loh emang kenapa kalo mereka merayakannya? Wajar aja toh, itu khan hari raya mereka ?”

Ki Sanak : “Iya sih,Ki … Tapi gimana ya? Setiap lebaran, mereka khan sering kali mengucapkan Selamat Hari Raya. Khan nggak enak kalo kita nggak ngucapin selamat natal. Nanti dibilang “Kita ngga toleransi”.”

Ki Rangan : “Toleransi dalam Islam itu “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”,bukan dengan mengikuti bahkan meramaikan hari ibadah agama lain. Jangan atas nama toleransi malah menggadaikan keyakinan sendiri,membuat aturan yang tak pernah Rasulullah lakukan”

Ki Sanak : “Menurut Ki Rangan, kita mesti gimana ? Saat ini khan ada perdebatan. Ada yang bilang bahwa kita, umat islam tidak boleh mengucapkan “Selamat Hari Natal” kepada umat kristiani, ada juga yang bilang hal tersebut tidak apa2.

Ki Rangan : “Hari Natal adalah hari perayaan kelahiran Yesus, Tuhan Juruselamat bagi Umat Kristiani. Oleh karena itu, perayaan Natal bagi saya memiliki konsekuensi aqidah, sehingga takkan pernah saya sampaikan selamat pada teman2 umat kristiani apalagi saya ikuti.”

Ki Sanak : “Emang apa sih susahnya? khan cuma sekadar mengucap Selamat Natal, Ki?”

Ki Rangan : “Bagi sebagian orang “selamat Natal” itu mungkin cuma sekedar ucapan, tapi bagi saya kata-kata “cuma” itu seringkali hasutan setan yang paling laris manis. walau “cuma” ucapan selamat. Saya tidak ingin mengingkari keyakinan utama bahwa Allah itu satu dan tiada yang bersekutu dengan-Nya.”

Ki Sanak mengangguk-ngangguk

Ki Rangan : “Islam itu sangat memuliakan Yesus (Isa), namun kita memuliakannya sebagai NABI, BUKAN SEBAGAI TUHAN. Isa Ibnu Maryam disebut lebih banyak dari Muhammad di dalam Al-Qur’an, namun kami tidak bisa menerima bahwa dia dianggap Tuhan. Ibunya Maryam itu wanita terbaik di dunia tersebab kesuciannya, namun kita tidak bisa menganggapnya ibunda dari Tuhan. Jadi sulit bagi kita merayakan atau mengucapkan yang dianggap sebagai hari lahir (natal) Tuhan Yesus (Isa) sedang Isa bin Maryam berpesan “sungguh aku ini hamba Allah, Dia memberiku AlKitab (Injil) dan Dia menjadikan aku Nabi” (QS 19:30). Kita mengakui dan memberi salam pada kelahiran Isa Ibnu Maryam Sang Nabi yang disucikan,bukan salam pada hari kelahiran Tuhan.”

Ki Sanak : “Tapi,Ki Bagaimanapun khan tetap juga ngga enak kalo kita ngga ngucapin selamat, jadi kita meski gimana,Ki ?”

Ki Rangan : “Kita mesti jelaskan secara sopan dan lembut prinsip kita, baik itu pada orang Muslim atau non-Muslim, insyaAllah mereka akan memahami. Bila kita diajak mengikuti ibadah agama lain sampaikan dengan baik-baik bahwa itu bukan cara kita kalo temenmu baik, dia pasti paham kok dan coba sampaikan apresiasi lain kepadanya”

Ki sanak : “Apresiasi lain, contohnya, Ki ?”

Ki Rangan : “Misal, kamu diundang ke kawinan teman kamu di gereja. Bilangnya aja “o.. sorry bro, kalo itu gue nggak bisa, maaf ya bro!”, nah besoknya anterin kado ke rumahnya.”

Ki Sanak : “Lah gimana kalo temen saya itu sewot lalu saya dituduh nggak toleran?”

Ki Rangan : “Ya, kamu tetep aja slow, berarti dia nggak cocok jadi temenmu. Toleransi itu pengertian dua belah pihak bukan hanya pengertian satu pihak. Kita tahu cara agama dia, dia juga harus tahu cara agama kita. Dan kembali lagi tolerasi dalam Islam adalah membiarkan pemeluk agama lain melaksanakan apa yang mereka yakini dan kita nggak ikut-ikutan.”

Ki Sanak : “Kalo ada yang berpendapat memperbolehkan mengucapkan Selamat, gimana menurut Ki Rangan?”

Ki Rangan : “Semua kembali kepada masing-masing, bila ada saudara kita yang berbeda pendapat, Ya.. hidup itu pilihan. Selama dia memiliki dalil, mari kita saling menghargai … “lakum dinukum wa liya din” bagimu agamamu bagiku agamaku. that’s tolerance.”

Ki Sanak : “Ki …”

Ki Rangan : “Ya …”

Ki Sanak : “Sekarang bahasa inggris sampeyan sudah jago ya”

Ki Rangan : “Ngece kamu”

Ki Sanak tersenyum

Ki Rangan : “Ngomong-ngomong Ibnu Qayyim Al-Jauziah punya sebuah pendapat terkait dengan tentang ucapan “selamat” …
“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, disepakati bahwa perbuatan itu haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, ‘Selamat hari raya!’ dan sejenisnya”

“Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Karena berarti dia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah”

“Bahkan perbuatan itu lebih besar dosanya dan lebih dimurkai dari memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran. maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah”

Wallahu a’lam Bishawab

Yang membuat WANITA CANTIK

Ki Rangan : “Ki Sanak, Tahu ngga apa yang bikin wanita itu CANTIK ?”

Ki Sanak : “Ya tahu lah,Ki. Yang bikin wanita cantik itu Alisnya nanggal sapisan, tubuhnya ramping, Bokongnya manjang ngilang, Jari Tangannya mucuk ri, Jalannya seperti macan kaliren, Matanya ndamar kanginan, Pupune mukang gangsir, Susune nyengkir gading, Giginya miji timun, Wataknya andhap asor”

Ki Rangan : “Kurang tepat!”

Ki Sanak : “Yang tepat gimana,Ki? Apa yang membuat wanita itu CANTIK ?”

Ki Rangan : “Yang bikin wanita CANTIK itu huruf “C” nya. Kalo huruf C nya dihilangin, udah pasti dipajang di MUSEUM”

Kulwit #HEBATnyaTwitter @PakarSEO

1/12. #HEBATnyaTwitter Mas @Saptuari Ngajakin orang BERBUAT KEBAIKAN dengan TIM @SRBergerak nya #SedekahRombongan
2/12. #HEBATnyaTwitter @MasMono08 MENGGERAKAN ORANG untuk jadi TIM @MakelarSedekah dan MEMBANTU Ratusan orang tak mampu
3/12. #HEBATnyaTwitter @MotivaTweet MENGAJARKAN #TanganKananMemberi dengan Tweet2nya, TANPA INGIN DIKETAHUI pribadinya
4/12. #HEBATnyaTwitter @AnwarSani_MOZA MEMOTIVASI & MENGEDUKASI orang tentang ZAKAT melalui Tweet2 nya
5/12. #HEBATnyaTwitter @Putuputrayasa MENJUAL TANAH KAVLING yang LARIS MANIS melalui Tweet2 nya dan TIM HEBAT nya
6/12. #HEBATnyaTwitter @NasehatSuper bahkan bisa MEMBAYAR SEKOLAH anak-anak jalanan dari Aktivitas nya MENGELOLA AKUN Twitter
7/12. #HEBATnyaTwitter @ZaidulAkbar BERBAGI INFORMASI Herbal dan Dunia Kedokteran Islam melalui Tweet2 nya
8/12. #HEBATnyaTwitter @Andre_Raditya MAMPU MENGUSUNG GERAKAN @HuluHilirHalal tgl 16 Desember 2012 melalui Tweet2 nya
9/12. #HEBATnyaTwitter @AishaMaharanie dan Tim @HalalCorner nya MENGAJAK, MEMBANTU Penyebaran INFORMASI HALAL setiap hari dari Tweet2nya
10/12. #HEBATnyaTwitter Menggunakan KONSEP Investasi di Program @Investa79 SAYA berbagi sedikit ilmu ttg #BelajarBeliSaham
11/12. #HEBATnyaTwitter Ini CERITA ku… Lanjutin ya, Tweeps. SIAPA yang MENURUT mu MENGGUNAKAN Twitter untuk jadi Pribadi HEBAT !!
12/12. #HEBATnyaTwitter Saya TUNGGU KEHEBATAN KAMU dan atau TIM KAMU MENG-OPTIMALKAN Twitter untuk jadi #PenebarManfaat